DESA MERTAK – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram Periode Juli–Agustus 2026 melaksanakan program edukasi mitigasi gempa bumi bagi masyarakat Desa Mertak. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi, sehingga masyarakat memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Sebagai desa pesisir yang berbatasan langsung dengan Teluk Awang dan Teluk Bumbang, Desa Mertak memiliki potensi terdampak bencana gempa bumi maupun tsunami. Kondisi geografis tersebut menjadikan edukasi mitigasi sebagai salah satu langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Pentingnya Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan bencana alam yang terjadi akibat pelepasan energi dari dalam bumi dan tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Meskipun demikian, dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan apabila masyarakat memahami cara menyelamatkan diri serta melakukan persiapan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai prinsip 3A, yaitu langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa.
Sebelum gempa terjadi, masyarakat diimbau untuk mengenali titik aman di dalam rumah, menyiapkan Tas Siaga Bencana, serta mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat. Saat gempa berlangsung, masyarakat dianjurkan untuk tetap tenang, melindungi kepala, menjauhi benda yang berpotensi roboh, serta segera menuju area terbuka apabila berada di luar ruangan. Setelah gempa berhenti, masyarakat diminta segera melakukan evakuasi ke tempat yang aman, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Mengenali Tanda-Tanda Tsunami
Selain gempa bumi, masyarakat Desa Mertak juga diberikan edukasi mengenai tanda-tanda alami yang dapat mengindikasikan terjadinya tsunami. Beberapa tanda tersebut antara lain gempa yang terasa kuat dan berlangsung cukup lama, air laut yang tiba-tiba surut secara tidak wajar, terdengarnya suara gemuruh dari arah laut, serta perilaku hewan yang bergerak menjauhi kawasan pantai.
Apabila masyarakat menemukan salah satu atau beberapa tanda tersebut, warga diimbau untuk segera melakukan evakuasi menuju dataran yang lebih tinggi atau titik kumpul yang telah ditentukan tanpa menunggu informasi atau sirene peringatan.
Pentingnya Menyiapkan Tas Siaga Bencana
Sebagai bagian dari edukasi mitigasi, masyarakat juga diperkenalkan dengan pentingnya memiliki Tas Siaga Bencana yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi darurat. Tas tersebut sebaiknya berisi perlengkapan dasar seperti air minum, makanan tahan lama, kotak P3K, senter, peluit, dokumen penting yang disimpan dalam wadah kedap air, uang tunai, pakaian ganti, perlengkapan kebersihan, hingga obat-obatan pribadi sesuai kebutuhan masing-masing anggota keluarga.
Masyarakat juga diimbau untuk menyimpan tas di lokasi yang mudah dijangkau serta melakukan pengecekan isi tas secara berkala agar seluruh perlengkapan tetap layak digunakan ketika dibutuhkan.
Bersama Membangun Desa Mertak yang Tangguh Bencana
Melalui program edukasi mitigasi gempa bumi ini, mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram berharap masyarakat Desa Mertak semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Pengetahuan mengenai langkah penyelamatan diri, kesiapan perlengkapan darurat, serta pemanfaatan Sistem Informasi Desa diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Dengan kesiapsiagaan yang dimulai dari setiap individu dan keluarga, Desa Mertak diharapkan mampu menjadi desa yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
"Keluarga Siaga, Desa Mertak Tangguh."